Event | 30 January 2023

Berebut Studi ke Italia, 12 Finalis Bersaing di Ajang Barista Innovation Challenge 2022

Berebut Studi ke Italia, 12 Finalis Bersaing di Ajang Barista Innovation Challenge 2022

HAI-Online.com - Setelah sukses menyelenggarakan kegiatan Barista Innovation Challenge dua tahun berturut- turut, Rasa Group kembali menyelenggarakan kegiatan Barista Innovation Challenge 2022 (BIC 2022).

Yap, ajang kompetisi untuk barista, home brewer dan para pelaku kopi ini kembali menantang kamu yang passionate sama kopi untuk menunjukkan kemampuan dan pengetahuan dalam meracik minuman berbahan dasar kopi.

Nah, Barista Innovation Challenge 2022 (BIC 2022) kali ini mengusung tema “Sustainability Innovation Throughout Nations” yang memiliki visi dan misi yang diselaraskan dengan target Pemerintah Indonesia yakni untuk mengangkat kopi dalam negeri sebagai bagian dari Nation Branding Indonesia.

Sebanyak 12 finalis barista terbaik, melakukan unjuk kebolehan mereka dalam membuat kopi nusantara di babak semifinal dan final ajang BIC tahun ini, yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu, 27-28 Januari 2023 di Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta.
Babak semifinal yang didukung Kementerian Ekonomi Kreatif ini menampilkan 12 barista hasil penyisihan dari total 124 kontestan yang telah berpartisipasi sebelumnya di ajang ini dan kemudian disaring lagi menjadi 25 barista untuk memperebutkan peluang maju ke babak final untuk dipilih 12 besar.

"Agenda hari ini adalah grand final, dan program ini sudah kita mulai sejak Oktober 2022 lalu yang kita saring pesertanya dari 18 kota, kemudian berlanjutk ke counter final di Desember 2022. Dari 12 peserta di grand final akan dipilih jadi 5 barista untuk didapatkan tiga pemenang," ungkap Sherly Ruslie, Managing Director DRIPP Flavour & Rasa Group.
Dia menyebutkan jumlah pendaftar yang masuk mencapai 148 orang tapi yang mengumpulkan video yang menampilkan skill sebagai barista sebanyak 124 peserta. Mereka berasal dari barista di cofffee shop hingga restoran.

Kompetisi barista ini diselenggarakan oleh Rasa Group bekerja sama dengan DRiPP Flavour, Ramoe dan Otten.

Rata-rata usia peserta 18 sampai 35 tahun. Sebanyak 80 persen usia peserta di bawah 35 tahun. Event tahun ini mengangkat tema Sustainability dan berkolaborasi dengan salah satu sekolah barista terbaik dunia d Italia.

Mereka yang mengirimkan video ke panitia dinyatakan lolos babak penyisihan awal.

Dia mengatakan, di kompetisi ini, dalam pembuatan video peserta perlu menyertakan narasinya agar menggugah selera penonton. Kemudian video tersebut diunggah ke media sosial.

Karena itu metode mereka menjual minumannya juga menjadi salah satu penilaian tersendiri bagi para juri.

"Kita mendorong peserta kompetisi ini memanfaatkan bahan baku lokal untuk dikombinasikan dan diolah bersama kopi dan bisa menjadi minuman signature di daerahnya baik dari sisi rasa maupun metodenya dan disebarluaskan di media sosial," ujar Sherly.

Dia menambahkan, di kompetisi ini setiap barista bisa membawa mentor sendiri. "Kita berupaya mendorong agar industri kopi ini bisa sustain termasuk dari sisi resources," ungkapnya lagi.

Juara pertama kompetisi ini akan dibawa ke Italia untuk mengikuti studi atay kursus barista internasional.

"Tahun lalu kita menghadiahkan mesin kopi, namun tahun ini kami ingin sumber daya manusia yang mampu bertahan dan berkembang, harus mencari ilmu lebih dalam lagi," kata Sherley lagi.

Ia memaparkan juara pertama dari ajang pencarian barista terbaik se Indonesia ini akan pergi ke negeri menara Pisa untuk mengikuti short course barista dan mendapatkan sertifikasi internasional.

Sementara itu, juara dua dan tiga akan pula melakukan studi di akademi barista terbaik negeri, Indonesia Coffee Academy di Jakarta.

E-mail
Facebook
Twitter
Whatsapp
Print